Jabatan:
Kepala Ahli Medis di Pusat Diagnosis dan Perawatan Presisi Onkologi Medis Foshan Chancheng
Gelar:
Kepala Dokter
Apa Keunggulan Rumah Sakit Fosun Health dalam Pengobatan KankernO?
Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin majunya teknologi seperti radioterapi terpandu pencitraan (IGRT), radioterapi termodulasi intensitas (IMRT), dan radioterapi stereotaktik tubuh (SBRT), akurasi dan keamanan radioterapi meningkat secara signifikan. Radioterapi terbukti efektif dalam berbagai aspek pengobatan, antara lain terapi adjuvan pasca operasi, pengendalian kekambuhan lokal atau metastasis, terapi paliatif, dan kombinasi dengan kemoterapi/terapi target, memberikan hasil yang patut diapresiasi.
1. CyberKnife:
Robot bedah radioterapi (CyberKnife M6), juga dikenal sebagai CyberKnife, merupakan perangkat radioterapi stereotaktik tubuh terbaru dari Accuray Amerika Serikat. Selama perawatan, pasien hanya perlu berbaring di meja perawatan. Lengan robot CyberKnife dengan presisi sub-milimeter menggunakan ratusan berkas radiasi energi tinggi dari berbagai sudut untuk memberikan iradiasi dosis tinggi pada lesi tumor, sekaligus meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya. Perangkat ini dapat digunakan untuk tumor padat di seluruh tubuh, hanya membutuhkan 1-5 kali perawatan selama 30 menit. Dibandingkan dengan perangkat radioterapi konvensional, CyberKnife memiliki keunggulan dalam hal akurasi yang tinggi, efektivitas yang baik, efek samping yang minimal, dan durasi perawatan yang singkat. Prosedurnya tidak menimbulkan rasa sakit dan nyaman, pasien dapat pulang setelah perawatan.
Untuk kanker ovarium, CyberKnife terutama digunakan untuk mengobati sisa lesi pasca operasi, lesi metastasis soliter (seperti metastasis kelenjar getah bening retroperitoneal), atau lesi rekuren, terutama pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau resisten terhadap kemoterapi.
Indikasi dan Kelompok Pasien yang Cocok untuk Perawatan CyberKnife:
Pasien dengan tumor yang secara medis tidak dapat dioperasi atau operasi yang kompleks, atau mencari alternatif untuk operasi atau radioterapi konvensional.
Kanker rekuren atau metastasis yang menyebar ke bagian tubuh lain dari lokasi tumor utama.
Pasien dengan risiko tinggi komplikasi pasca operasi.
Pasien yang sebelumnya telah menjalani radioterapi.
Pasien yang secara aktif mengikuti observasi dan menunggu.

Tumor Treating Fields adalah teknologi pengobatan tumor yang baru. Dengan menggunakan medan listrik arus bolak-balik berintensitas rendah dan frekuensi menengah (200 kHz), terapi ini bekerja pada tubulin sel kanker yang sedang berkembang biak, mengganggu pembelahan sel kanker, menyebabkan apoptosis (kematian sel terprogram), dan menghambat pertumbuhan tumor. Terapi Tumor Treating Fields memiliki efek samping yang minimal, dan keefektifannya telah terbukti secara klinis.
Keunggulan Terapi Tumor Treating Fields:
l Dapat mengobati tumor dalam
l Dapat dilakukan secara berkelanjutan
l Menargetkan secara tepat untuk menghentikan pembelahan sel kanker
l Aman dan non-invasif, hampir tanpa efek samping
3. Konsultasi Ahli Multidisiplin (MDT) Amerika-Cina
Para ahli yang terlibat dalam perawatan berasal dari lembaga onkologi ternama di dalam dan luar negeri, memiliki pengalaman klinis yang kaya selama bertahun-tahun dalam pengobatan tumor, dan menggunakan konsep medis canggih, metode terkini, dan obat-obatan untuk melayani pasien.
Berpusat pada pasien, tim ahli multidisiplin di bidang onkologi, ahli patologi, ahli nutrisi, dan lain-lain, merancang rencana perawatan, evaluasi prognosis, dan rencana tindak lanjut.
Berdasarkan diagnosis molekuler tumor (tes genetik) dan teknologi diagnosis patologi lainnya, standar perawatan MD Anderson Cancer Center diterapkan untuk memastikan rencana perawatan yang ilmiah dan ketat.
Panduan personal diberikan untuk memastikan implementasi pendapat MDT, dan perubahan kondisi pasien dipantau secara terus-menerus. Layanan konsultasi kesehatan kanker diberikan kepada setiap pasien dan keluarganya.

Apa saja pengobatan tradisional untuk kanker ovarium?
1. Pengobatan Bedah:
Operasi bukan hanya pengobatan yang paling efektif, tetapi juga merupakan cara yang diperlukan untuk menentukan diagnosis dan stadium penyakit. Pada kanker stadium awal, dilakukan operasi staging, termasuk pengangkatan tumor dan penentuan stadium. Prinsipnya, operasi meliputi pengangkatan total uterus dan kedua adneksa, pengangkatan omentum majus, serta pembersihan kelenjar getah bening panggul dan aorta abdominalis. Pada kanker stadium lanjut, dilakukan debulking surgery (pengurangan tumor), yaitu pengangkatan tumor primer dan semua metastasis sebanyak mungkin untuk meminimalkan jumlah sel tumor. Untuk wanita muda yang menginginkan anak, operasi konservatif untuk mempertahankan fungsi reproduksi dapat dilakukan jika memenuhi syarat.
2. Kemoterapi:
Merupakan pengobatan tambahan utama untuk kanker ovarium. Kemoterapi tidak hanya dapat meredakan penyakit, tetapi juga berpotensi menghilangkan tumor sepenuhnya, dan secara signifikan memperpanjang masa hidup pasien. Kemoterapi sering dilakukan pasca operasi untuk membunuh sel-sel kanker sisa yang sulit diangkat secara tuntas melalui operasi.
3. Imunoterapi:
Masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh inang, mencegah pertumbuhan tumor, dan membunuh serta membersihkan sel-sel tumor. Terdapat berbagai jenis imunoterapi, yang telah digunakan dalam praktik klinis dalam beberapa tahun terakhir termasuk interferon, interleukin-2, dan timosin.